Jumat, 07 Agustus 2026

FOGGING TIKUS



Saya masih ingat, waktu kecil sering ikut bapak ke sawah untuk mengasapi tikus. Alatnya bentuknya seperti knalpot. Di dalamnya diisi jerami kering dan belerang, lalu dibakar. Di bagian belakang ada pedal yang diputar agar asap terus mengalir ke dalam liang. Moncongnya diarahkan ke salah satu lubang di pematang sawah.Tak lama kemudian asap muncul dari lubang-lubang lain. Dari situlah kami tahu, lubang-lubang itu saling terhubung. Satu per satu ditutup dengan tanah sampai tak ada lagi asap yang keluar. Dulu saya mengira, begitulah cara manusia mengalahkan tikus.

Sekarang saya sudah jarang melihat cara itu dipakai. Entah karena tikus sawah sudah berkurang atau karena cara memberantasnya sudah berubah.

Kadang saya membayangkan, mungkin tikus juga belajar mengikuti perkembangan zaman. Ketika manusia masih menyimpan gabah, mereka mencuri gabah. Ketika manusia mulai menyimpan nasi, mereka mendatangi warung. Dan ketika manusia mulai menyimpan uang, mereka pun tahu harus tinggal di mana.

gambar diambil dari shopee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PAK HAJI

Saya tidak pernah tahu nama beliau. Orang-orang di terminal hanya memanggilnya Pak Haji. Saya juga tidak ingat nomor angkot yang beliau kemu...