Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label education. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2024

PAK CIK

“Semua gambar diawali dari sebuah titik”

Pak Cik aku memanggilnya, bukan sebutan paman dalam Bahasa Melayu. Beliau adalah Pak Mucikno, Guru Matematikaku saat duduk di kelas 2B SMP Negeri 4 Kedungwuni (sekarang SMP 3). Mungkin bagi sebagian siswa Pak Cik termasuk salah satu guru yang ditakuti, meskipun aku tak yakin mereka benar-benar takut, mungkin lebih kepada mata pelajarannya saja yang tidak disukai. Suatu ketika, Bu Hesti Nurhayati Guru Bahasa Indonesia kami tidak masuk kelas, Pak Cik yang menggantikan. Kalau tidak salah materi saat itu membuat puisi. Saya berkesempatan membacanya pertama kali, karena memang nama berawalan A selalu nomor 1 di daftar hadir. Saya masih ingat betul puisi yang saya bacakan.

Menangis tiada artinya

Airmata tiada guna

Meskipun betapa sedihnya

Menghadapi kenyataan

Tuhan telah menentukan hidup ini

Tiada yang mampu menghindari

Biarlah semua terjadi

Mungkin harusnya begitu

Tak usah menyesali diri

Yang lalu biar berlalu

Takkan mungkin selamanya menderita

Esokpun pasti ada bahagia

Sesungguhnya jalan ini masih panjang

Dunia inipun masih luas terbentang

Hanya waktu yang belum sampai saatnya

Mungkin suatu hari nanti

Tercapai sudah segalanya

Pak Cik memuji saya habis-habisan, tapi aku tak terlalu bangga. Bahkan lebih tepatnya malu. Itu bukan puisi karya saya sendiri, tapi lirik lagu yang saya hafal dari soundtracknya Saint Seiya.

Mungkin dari situ saya mulai belajar puisi, memperbanyak kosa kata, padan kata, metafora, dan sebagainya.

Pagi ini saya bertemu beliau lagi, dalam acara lokakarya orientasi PGP di SMA 1 Kedungwuni. Pada sesi perkenalan, setiap peserta diminta menggambar sebuah benda dan menerangkan artinya. Pak Cik menggambar titik di sebuah kertas, beliau menjelaskan bahwa sebuah gambar diawali dari sebuah titik. Titik-titik membentuk garis, bisa lurus atau lengkung, kemudian membentuk bangun, tekstur, bahkan warnapun terbentuk dari gabungan berbagaimacam titik. Namun titik tetaplah titik, tidak akan berubah apapun bila kita berhenti, pada, satu, titik.

Mudisar_Ceria, 23 Maret 2024

Jumat, 15 Juli 2022

KAYA DINA BADA

 


Tanggal 26 Nopember 2021 dina sing tek nteni. Atiku bungah banget yakin, bisa ngajak kanca-kanca maring Banyumas. Janjane inyong isin, angger kegiatan FKKS bisane teka ijen bae. Lah piwe maning, laka sing gelem diajak. Pokoke piwe carane nggone eklan. Inyong eklan nek Maharaja kuwi MI paling maju, bilingual class, duwe kebon melon, kepalaeh ngganteng pisan, kaya artis Korea sisih lor, ya beda tipis lah, luwih kandel Kang Indra. Kapan ora pada ya padakpadakna karo presidene Korea sisih Lor. Kejaba kuwi nek bisa mangkat Dina Jumat, apan diajak maring kebon melon duweke Mahadia, kepalaeh wadon tapi setrong kaya Nini Dakem, jenenge Welas Rarasati. Embuh kuwe sapane Nini Dakem.

Wengi Jumate inyong videocall nang grup WA sing anggotane mung uwong enem. Inyong dewek, Tadz Azam Kepala SDM PK Paesan, Tadz Nurdin Sholeh Kepala SDM Tanjungkulon, Tadzah Junaenah Kepala SDM Pangkah, Tadzah Rahma Kepala SDM Tahfizhul Quran Wonokerto, siji maning Tadzah Umi Isrotun Kepala SDM 3 Pekajangan. Disepakati mangkat sekang Paesan jam 10.00. Inyong, Bu Jun, Bu Umi langsung maring Paesan. Bu Rahma ngenteni nang Kajen ngarep Gedung Dakwah Muhammadiyah Kab. Pekalongan.  Pak Soleh ngenteni nang tugu 0km Kajen.

Jam sepuluh punjul mulai mangkat maring Banyumas lewat jalur Kajen – Kesesi – Bodeh - Pemalang. Mampir jumatan nang masjid sing esih dibangun, bejane inyong gawa sajadah, jamaah sing teka keri pada ora olih enggon. Bar Jumatan, mampir madhang nang Randudongkal, eh jebule ketemu tanggane dewek bos kayu sing pada wae lagi madhang, jarene bar mulih seka Guci.

Kira-kira jam setengah papat, rombongan wis tekan Maharaja. Langsung disambut para bidadari Maharaja. Rombongan liya kaya-kayane wis pada siyap maring Green House.

Mari pada rampung solat asar, bidadari kuwe mau nggawakna inyong pecel sak kranjang. Langsung pada dipangan nang jero Avanza. Pecel combrang, lontong, lan bakwan. Hemmm enak tenan....!

Tekane green house jebul rombonganku teka paling disit. Kok esih sepi, apa uwis rampung ya acarane.  Liyane pada maring greenhouse inyong ming ning galengan ngentekna pecel mau. Nembe sak emplokan, rombongan liyane pada teka. Mangkat disit urung mesti tekan disit ya. Kaya slogane mobil Carry, Carry – carry puwo sing penting disit, hahaha.

Bali sekang greenhouse disambut sajian makan malam tahu gecot, ya kaya ketoprak, tahu campur, apa lontong tahu lah. Mari kuwi peserta pada sharing. Masing-masing perwakilan Kabupaten/Kota nyampeake bestpractice e dewek-dewek. Gilirane inyong, bingung apan nyapekakae apa, lha wong best kabeh koh, gayane padahal ora eneng best-best e kejaba luwih tuwa sekolaeh.

Maju mundure sekolahan salah sijine peran kepala sekolah, mung kepala sekolah kuwi dudu Supermen, ora kudu bisonan (nompak Yamaha Bison maksudeh) ya kadangkala Avanzanan senajan dudu Avanzane dewek. Jan pokoke diskusine gayen pisan nganti ora eling wektu.

Mari kuwi isuke diajak Kang Indra maring Bendung Gerak Serayu, sarapan ana kana menune soto karo lontong, ora lali mendoane. Ana sing nyletuk, ndene lontong maning – lontong maning, kaya dina bada bae. Wes lah ora usah reang gari mbadog bae koh, rewes.

Pamitan seka Maharaja, disambut senyuman para bidadarine Maharaja, jarene para bidadari yang buruk tinggalkan saja, yang baik silahkan dibawa. Piwe kiye Kang Indra, bidadarine baik-baik kabeh, apan tek gawa  ora eneng enggone.

Ketrangan foto: Lagi pada sarapan lontong ana Bendung Gerak Serayu
Fotone njukut sekang FBne Ustadz Heru Nugroho (Piyantune sisih tengen ngagem rompi) 
Sing kiwa anggo kaos ijo kuweh Kang Indra Kepala Sekolaeh Maharaja.
Kyai Pamuji Raharjo (Ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah) ngagem batik kaliyan kopiah.

Minggu, 08 Mei 2022

KAROMAH SANG KYAI


 

“Bayang – bayang selalu ada bersama cahaya”

 

Selasa, 18 Agustus 2020 saya mendapat pesan dari Ustadz Daryono berupa Konsep Susunan Organisasi FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah. Namaku tercantum dengan amanah wakil Pemberdayaan Teknologi Komunikasi dan Informasi.

Selagi saya mampu, saya berusaha tidak menolak amanah. Namun karena susunan organisasi tersebut ada di tingkat wilayah tentu banyak yang lebih mumpuni. Sayapun mencoba merekomendasikan nama lain yang memang lebih mumpuni di Kabupaten Pekalongan, ternyata nama yang saya rekomendasikan sudah tidak mengajar lagi karena mendapat beasiswa S2.

Meskipun saya pribadi siap, namun tetap butuh pertimbangan dari orang lain. Rekan guru dan Dikdasmen Ranting mengijinkan. Istri juga mengijinkan. Maka saya mantapkan, Insya Allah siap bergabung dengan orang-orang hebat.

Rabu, 19 Agustus 2020 Jam 06.00 saya siap melaju karena sudah janjian jam 07.00. Ketika saya tinggalkan uang yang tinggal selembar di dompet untuk istri saya, dia tidak mau menerimanya. Buat cekelan saja katanya,  lagi pula masih ada uang belanja untuk hari ini. Padahal saya bisa saja mampir sebentar di ATM untuk mengambil uang. Namun dicegah juga, jangan biarkan Ustadz Daryono menunggu katanya. Sayapun urung mengambil uang di ATM.

Saya melaju mengendarai Prima istimewa dengan kecepatan sedang. Mampir sejenak di sekolahan untuk copy KTAM. Jam 06.58 sampai di stasiun, segera saya kabarkan. Saya tunggu di halte depan stasiun Pekalongan. Saya kira Ustadz Daryono datang dari arah barat setelah menjemput Ustadz Wahyudi di Ponpes Al-Manar Pemalang. Ternyata lewat tol. Ini yang kedua kalinya kata Tadz Daryono. Kalau sudah dua kali, biasanya yang ketiga dan seterusnya akan mudah.

Waktu menunjukkan pukul 07.19 Ustadz Wahyudi menghubungiku, menyebutku Syaikh. Sangat berlebihan, memangnya Syaikh cap apa yang tidak hafal juz amma. Pukul 07.30 Ustadz Daryono menghubungiku memastikan lokasi penjemputan. Kemudian pada jam 07.38 Ustadz Wahyudi bertanya pintu keluar tol dan minta shareloc. Pukul 07.40 Ustadz Daryono mengabarkan kalau pintu keluar tol Kajen ditutup. Tepat pukul 07.51 kami bertemu.

Di SD Mapan disambut oleh Ustadzah Alifia bersama mitra kerjanya dengan penuh suka cita. Sementara saya merasa gagap gempita. Iya gagap, bertemu orang-orang hebat. Dari sekian peserta saya hanya mengenal beberapa nama. Ustadz Sukaryo - SDM Sudagaran Wonosobo, meski berkali-kali singgah dan sempat separuh hatiku tertinggal di Jalan Dieng KM.9, namun pertama kali merasakan lezatnya mie ongklok justru di SDM Sudagaran. Ustadz Mustaqim - Mutual Dua Kota Magelang, kota di mana sepenuh hatiku tertambat di situ. Dan, Ustadz Daryono SD Musabangga yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena beliau lakonnya dalam cerita ini.

Inti acaranya biar diceritakan yang lain saja, karena telah kita saksikan bersama betapa hebatnya Sang Hafidzah Cilik yang tentu di balik kehebatannya ada guru-guru yang hebat pula.. Tentang semangat para penggerak, Ustadz Latif dan Ustadzah Welas yang berangkat paling gasik tapi sampai paling akhir. Meski paling akhir tapi tetap tepat waktu, waktunya makan siang. Syaikh Pamuji (kalau yang ini Syaikh aseli), dan Kyai Mas Jamaluddin Kamal (jangan lupa dal nya tasydid ya) sebagai lokomotifnya, biar kita-kita yang jadi batu baranya.

Tak biasanya sesiang ini sudah makan 3 kali. Sebelum berangkat saya sempatkan sarapan sego megono. Dalam perjalanan, jam 09.30an sarapan lagi nasi padang ditraktir oleh Ustadz Wahyudi. Dan makan siang, ayam kecap atau apa ya yang lezatnya luar biasa jamuan dari Ustadzah Alifia. Betul-betul over dosis bagi saya yang kapasitas lambungnya terbatas. Hingga sajian coffebreak tidak tersentuh sama sekali. Maka tak heran bila dalam perjalanan pulang saya terlelap.

Saya tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Ustadz Wahyudi dan Ustadz Daryono di balik kemudi Datsun Go. Baru saya ketahui bahwa ternyata, Ustadz Daryono mentransfer ilmu dan jurus -jurusnya kepada Ustadz Wahyudi, sementara saya masih terlelap. Rugi dong, di atas roda yang sama dengan orang hebat malah terlelap.

Tapi tidak juga, saya berkesempatan bicara apa adanya, jujur saya katakan kepada Ustadz Daryono bahwa saya merasa tidak mampu mengemban amanah ini. Meskipun saya tahu di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Saya tahu itu. Tapi saya tetap merasa bayang-bayang besar mengikutiku, tentang kemampuan yang terbatas, bagi tugas yang belum tuntas, banyaknya amanah yang belum tertunaikan, baik di sekolah, Pemuda Muhammadiyah, dan sebagai panitia pembangunan Masjid Al-Huda Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kutosari yang membutuhkan dana setidaknya 1,5M sementara dana yang sudah terkumpul sekitar 700an Juta dengan progres pembangunan mencapai 70%. Tentu saja yang 25%nya belum terbayar,  dan lain sebagainya. Namun dengan tenang Ustadz Daryono mengatakan, “Selama antum berjalan menuju cahaya, bayang-bayang tetap ada di belakang antum. Ketika antum menjauhi cahaya justru bayang-bayang itu akan menghadang di depan antum, bukan mengikuti di belakang lagi. Jadi, teruslah melangkah menuju cahaya maka bayang-bayang itu akan hilang dengan sendirinya ketika antum menjadi bagian dari cahaya tersebut”.  Terima kasih Ustadz, Insya Allah saya kembali mantap.

Tok – tok - tok..., sepertinya ada tamu Tadz. Seketika saya terbangun dan melihat Ustadz Daryono dan Ustadz Wahyudi sedang menggedor pintu, bagasi, ban dan seluruh bagian Datsun Go-nya karena ada yang tidak beres. Sementara saya masih bingung sendiri di dalamnya.

 Jadi, yang tadi itu cuma mimpi ya?. Yah,... barangkali begitulah Karomah Sang Kyai, tetap bisa adil membagi ilmunya meskipun berbeda dimensi. Kalau beda dimensi saja bisa berbuat adil, bagaimana dengan yang nyata ya? Sungguh luar biasa.

Mudisar, 28 Agustus 2020. 02:04

 

 

Kamis, 10 Februari 2022

PANEN MELON MAHADIA


 dening Dul Sukur
(Wakil Ketua Bidang Teknologi, Komunikasi dan Informasi FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah)

Rasane uwis sesasi punjul ora krungu glowehane Nini Dakem. Mula, 26 Nopember 2021 wingi inyong maring Banyumas. Jebul Nini Dakem lagi sibuk-sibuke panen melon. Sing jarene melon golden aroma.

Gene melon duwe omah barang ya, ana payone, ana pagere, nanging ora thukul sakjroning lemah. Jarene kuwi sing diarani melon hidroponik, mergo ditandhur kanthi media banyu.

Nang kana uwis rame mbanget, ana Pak Pahri Ketua PP FGM, ana Pak Pamuji Raharjo ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah, lan ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah, pokoke ruame mbanget.

“Ni, melone didum gratis apa?”

“Ya didol lah”

“Pira?”

“Telung puluh ewu sekilo!”

“Njajal siji kene”

Barang uwis dijukutna melon sing bobote sekilo patang ons, ternyata, wujude melon cuilik.

“Nini, iki melon apa jeruk?”

“Lha weruhe rika apa?”

“Melon sak upil kok patang puluh loro ewu”

“Angger upile rika gedhene sak melon, tek bayar 11T”

“Hahaha...aja sewot bae lah Ni”

“Rika durung icip kok muni larang, cicip disit kana, angger ora enak ora usah bayar”

Barang uwis tek cicipi, rasane kok beda karo melon biasa. Melone Nini Dakem luwih gurih, luwih manis, sekang aromane bae, jan mingin-mingini pokoke.

“Bener kandane rika Ni, iki melone renyah mbanget. Manis pisan, pantes regane larang. Tapi ya, janjane ora pati larang ari rasane seenak ini. Inyong yo wani bayar satus ewu patang kilo”

“Patang kilo satus rong  puluh ewu, Dul !” Nini Dakem ngegas karo nunyul endhasku.

Senin, 22 Februari 2016

SURAT PERNYATAAN TEMAN SEJAWAT UNIVERSITAS TERBUKA

Kepada
Kepala UPBJJ-UT Semarang
Di Semarang

Yang bertanda tangan dibawah ini, menerangkan bahwa :
Nama                                    : ISNA FEBRIANI SIDIQ, S.Pd.I
NIP                                         : -
Tempat  Mengajar           :  SD Muhammadiyah Wonosari
Alamat Sekolah                 : Jalan Raya Kalimojosari – Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan
Telepon                               : 085727843004

Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama:
Nama                                     : SANTI SETYORINI
NIM                                       :  826210016
Program Studi                    : S1-PGSD
Tempat Mengajar            :  SD Muhammadiyah Wonosari
Alamat Sekolah                 : Jalan Raya Kalimojosari – Doro Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan
Telepon                               : 085742761096

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.


Pekalongan, 22 Februari 2016
Mengetahui
Kepala SD Muhammadiyah Wonosari



Abdul Sukur, S.Pd. SD
                        NIP. -

Teman Sejawat



Isna Febriani Sidiq, S.Pd.I
                     NIP. -







SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

            Nama                         : SANTI SETYORINI
            NIM                            : 826210016
            UPBJJ-UT                   : Semarang

Menyatakan bahwa :

            Nama                           : ISNA FEBRIANI SIDIQ, S.Pd.I
            Tempat Mengajar     : SD Muhammadiyah Wonosari
            Guru Kelas                  : V (lima)

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang merupakan tugas kuliah PDGK 4904 Pemantapan Kemampuan Propesional (PKP).

Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.





Pekalongan, 22 Februari 2016
Teman Sejawat



Isna Febriani Sidiq, S.Pd.I
                     NIP. -
Yang Membuat Pernyataan



Santi Setyorini
NIM. 826210016


Senin, 26 Oktober 2015

TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH

TEKNIK
PENULISAN KARYA ILMIAH


A.      TEKNIK PENGETIKAN
1.    Skripsi, tesis, atau disertasi ditulis dengan menggunakan kertas HVS 70-80 gram ukuran A4 atau kuarto.
2.    Diketik dengan menggunakan computer, jenis huruf Times New Roman ukuran 12, dicetak dalam quality letter.
3.    Batas tepi kiri 4 cm, tepi atas 4 cm, tepi kanan, 3 cm, tepi bawah 3 cm. kalo menggunakan MS Windows atau Word Perfect, margin kiri dan kanan 1,20 margin atas 1,2 dan margin bawah 1,0.
4.    Pengetikan paragrapf baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok masuk ke dalam dengan lima ketukan atau lima hururuf (1 tab).
5.    Penulisan judul Bab dan sub bab menggunakan HURUF KAPITAL  (HURUF BESAR) SEMUA t Nomor urut judul paragraph tanpa garis bawah dan tanpa titik. Nomor Bab menggunakan angka Romawi. Setiap awal dari judul  sub-bab harus ditulis dengan HURUF KAPITAL, kecuali kata sambung. Nomor urut judul paragraph menggunakan angka Arab atau abjad.
6.    Cara penomoran dapat menggunakan salah satu cara:
Cara pertama   : I., A., 1., a., 1), a), (1), (a)
Cara kedua      : I., 1., 1.1, 1.1.1, dalam penomoran harus digunakan secara konsisten.
7.    Perpindahan dari satu butir ke butir berikutnya tidak harus menjorok, melainkan dapat diketik lurus/simetris.
8.    Penggunaan nomor urut  sebagaimana yang disebutkan pada butir 6 sebaiknya dibatasi dan jangan berlebihan, karena pada prinsipnya karya tulis ilmiah lebih banyak menggunakan uraian bukan pointers.
9.    Judul table ditulis di sebelah atas table, sedangkan judul untuk bagan , diagram, atau gambar, ditulis disebelah bawah.

B.       CARA MENULIS KUTIPAN DAN SUMBER KUTIPAN
            Model Turabian menggunakan catatan kaki (footnote) untuk menunjukkan referensi, dan menggunakan istilah-istilah ibid, op cit, dan loc cit.  Apabila pengetikan masih menggunakan mesin tulis, model Turabian lebih sulit dilaksanakan karena harus selalu menghitung jumlah baris dari bawah yang harus disediakan untuk menulis catatan kaki. Dengan demikian model Turabian jarang diminati.
Untuk selanjutnya aturan penulisan kutipan dan sumber kutipan di bawah ini didasarkan pada sistem Harvard, adalah  sebagai berikut:
  1. Jika kutipan yang diambil adalah kutipan pertama langsung dari penulisnya maka kutipan ditulis dengan menggunakan tanpa petik dua (“……”).
  2. Jika kutipan yang diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan satu tanda petik (‘……….’).
  3. Jika kalimat yang dikutip hanya tiga baris atau kurang, kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik dua (“…”) atau tanpa petik satu (‘…….’) namun dalam penulisannya digabvung ke dalam paragraph yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak baris dua spasi.
  4. Jika yang dikutip terdiri atas empat baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip, dan diketik dengan jarak baris satu spasi. Baris pertama diketik mulai dari ketukan ke enam dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke lima.
  5. Jika bagian dari yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik (…proses pembelajaran  dst).
  6. Jika sumber kutipan mendahului kutipan, cara penulisannya adalah nama penulis yang diikuti dengan tahun penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip yang diletakan dalam kurung. Hamalik (1996:41) bahwa “metode belajar adalah……………………”
  7. Jika sumber kutipan ditulis setelah kutipan, maka nama penulis, tahun terbitan dan nomor halaman diletakan dalam kurung semua. “metode belajar adalah …………….” (Hamalik, 1996: 41)
  8. Jika sumber kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, maka sumber kutipan yang ditulis tetap sumber kutipan yang digunakan pengutip dengan menyebut siapa  yang mengemukakan pendapat tersebut. Contoh: buku yang digunakan Saudara sebagai buku sumber adalah Metode Belajar karangan Hamalik. Dalam tulisannya hamalik mengutip pendapatnya Darmono. Maka dalam pengetikannya, Darmono (Hamalik, 1996: 50).
  9. Jika penulis terdiri atas dua orang, maka nama dari kedua penulis tersebut harus disebutkan, misalnya Hamalik dan Darmono (1997: 32).
  10. Jika penulisnya lebih dari dua (tiga atau empat), maka dalam menulisnya hanya satu nama yaitu nama penulis pertama yang diikuti et al diketik miring). Perhatikan tanda titik setelah al. singkatan dari ally. Contoh  Mc Clelland et al. (1960: 35).
  11. Jika masalah yang dikutip dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda maka cara penulisan sumber kutipan. Beberapa studi tentang anak-anak yang mengalami kesulitan belajar (Dunkey, 1976; Miggs, 1986; Parmenter, 1987) menunjukan bahwa ……. (tulis intisari dari beberapa pendapat yang merupakan perpaduan dari ketiga sumber tersebut).
  12. Jika sumber kutipan itu adalah beberapa karya dari penulis yang sama pada tahun yang sama maka cara penulisannya adalah dengan menambah huruf  a, b, dan seterusnya. Contoh; (Douglas, 1987a, 1987b).
  13. Jika sumber kutipan tanpa nama, maka penulisannya adalah (Tn. 1978: 18).
  14. Jika sumber kutipan diutarakan pokok-pokok pikiran dari seorang penulis, maka dalam penulisannya tidak perlu ada kutipan langsung, cukup dengan menyebut sumbernya.
  15. Nama penulisan dalam kutipan adalah nama belakang atau nama keluarga dan ditulis sama dengan daftar pustaka.

C.   CARA MENULIS ANGKA
            Cara menulis angka dalam suatu kalimat sebagai berikut:
1.         Apabila angka tersebut kurang dari 10, maka penulisannya ditulis dengan kata-kata.
2.         Apabila angka tersebut 10 atau lebih, maka penulisannya ditulis dengan angka Arab.
3.         Untuk simbol kimia, matematika, statistika, penulisan dilakukan sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang bersangkutan contoh: (H2SO4) tidak ditulis H dua SO empat.

D.      CARA MENULIS SINGKATAN
Penulisan singkatan mengikuti aturan sebagai berikut:
1.         Untuk penulisan pertama kali  suatu nama harus ditulis lengkap dan kemudian diikuti dengan singkatan resminya dalam kurung. Contoh: Dalam laporan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebutkan bahwa …………………………
2.         Untuk penulisan berikutnya singkatan resmi yang ada dalam kurung digunakan tanpa perlu menuliskan kepanjangannya. Contoh Dalam laporan PBB tersebut dinyatakan bahwa ……………………..
3.         Singkatan yang tidak resmi tidak boleh digunakan.

E.     CARA MENULIS DAFTAR PUSTAKA
1.         Disusun secara alfabetis. Jika huruf awal sama maka huruf kedua dari nama penulis tersebut menjadi dasar urutan demikian seterusnya.
2.         Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama belakang kemudian nama depan (disingkat). Hal ini berlaku untuk semua nama baik nama asing maupun nama Indonesia. Contoh: Abdul Ghofur, penulisannya Ghofur, A
       Tuti Herawati-Mulyono ditulis Herawati-Mulyono, T.
3.         Urutan pengetikannya: Tahun terbitan, judul sumber ditulis yang bersangkutan dengan digarisbawahi atau dicetak miring, kota tempat penerbitan, dan nama penerbit. Contoh:

Azwar, S. (2008).  Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

4.         Baris pertama diketik mulai ketukan pertama dan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan kelima atau satu tab, sedang jarak baris antara baris pertama dan kedua ketiga dan seterusnya satu spasi. Sedangkan jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi.

Creswell, J.W. (2008). Educational Research. Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. (Third Edition). USA: Pearson Merrill Prentice Hall.

F.        CARA MENULIS DAFTAR PUSTAKA BERDASARKAN  JENIS SUMBER   YANG DIGUNAKAN
  1. SUMBER KUTIPAN DARI JURNAL
Penulisan jurnal sebagai daftar pusata menulisnya menurut urutan: nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis diantara tanda petik), judul jurnal dengan huruf miring/digarisbawahi tanpa didahulu dengan singkatan “Vol”, nomor penerbitan (jika ada) dengan angka Arab ditulis di antara tanda kurung, nomor halaman dari halaman pertama sampai dengan halaman terakhir.
Contoh:
Tjahyani, B. (2005). “Perubahan Fungsi Sosial Pendidikan Keluarga di Desa Asal inigran Tenaga Kerja Wanila (TKW)”. Jurnal Mimbar Pendidikan. No. 3 Tahun XXIII. Bandung : UPI.

  1. SUMBER KUTIPAN DARI BUKU
Kalau sumber tulisan diambil dari bukumaka urutan penulisannya, nama belakang penulis, nama depan (disingkat), tahun penerbitan, judul buku digaris bawahi atau di cetak miring, edisi, kota asal, kota asal, penerbit.

Jika buku di tulis oleh seorang saja:
Contoh:
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, Bandung: Alfabeta.

Jika buku ditulis oleh dua atau tiga orang, maka semua nama ditulis
Contoh:
Browning, S.W., Green, R.J. (2003). Text Book of Family and Couples Therapy: From Strategic, to Systemic, to Narrative Model.. USA: Phychiatric Publishing, Inc.
                Jika buku ditulis oleh lebih dari tiga orang, maka digunakan et al. (dicetak miring atau digarisbawahi)
Contoh:
Hutter, M. et al. (1981). The Changing Family Comparative Perspectives. New York: John Wiley & Sons, Inc.

            Jika penulis sebagai penyunting.
Contoh:
De Vries, J. (Eds) (2009). Emotional Healing. Mengendalikan Emosi dan Kecemasan. (Alih bahasa Dian Vita Ellyati). Surabaya: Selasar Publishing.

            Jika sumber itu merupakan karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan tulisan banyak orang.
Natawidjaja, R. (2007). Konseling Keluarga Sebuah Pengantar.  Perspektif Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Dalam Kehidupan Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, (Menyambut 70 tahun Prof. Dr. Hj. Melly Sri Sulastri Rifa'i, M.Pd.), Bandung: Jurusan PKK  FPTK UPI.

Jika buku berupa edisi
Contoh:
Borg, W.R., Gall, M. (1989). Educational Research: An Introduction (third ed). London: Longman, Inc.

  1. SUMBER KUTIPAN DI LUAR JURNAL DAN BUKU
a.       Berupa skripsi, tesis, dan disertasi
Contoh:
Sukartini, S.P. (2003). Model Konseling Keterampilan Hidup untuk Mengembangkan Dimensi Kendali Pribadi yang Tegar. (studi Eksperimental Pada Siswa SMU Negeri di Bandung). Disertasi Doktor pada  Bimbingan dan Konseling Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: tidak diterbitkan.
b.             Berupa publikasi Departemen
Contoh:
Undang-undang No. 39 tahun 2004, tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Bandung: Nuansa Aulia.

c.              Berupa Dokumen
Contoh:
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1990). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdikbud.

d.             Berupa Makalah
Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: Kajian Psikologis”. Makalah pada Konvensi 7 IPBI, Denpasar.

e.              Berupa surat kabar
Suara Merdeka. (2008). “TKW Asal Gemuh Jatuh dari Lantai 19”. Suara Merdeka (13 November 2008).

  1. SUMBER KUTIPAN DARI INTERNET
a.               Bila karya perorangan
Cara penulisannya. Pengarang/penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis media]. [Online]. Tersedia: alamat di  internet. [tanggal diakses]
Utami,  S.W. (2009). Korelasi Kepercayaan Diri dan Kematangan Emosi Dengan Kompetensi Sosial Remaja di Pondok Pesantren. [Online], halaman 2. Tersedia: fpsikologi@wisnuwardhana.ac.id. [19 November 2008].

a.       Bila bagian dari karya kolektif
Cara penulisannya. Pengarang/penyunting. (Tahun). Dalam sumber (edisi). [jenis media]. Penerbit. Tersedia alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The History of Western Music,In Britanica online: macropedia [Online]. Tersedia: http://www.com:180/egi-bin/g:DocF=macro/5004/45/0.html [28 Maret 2000].

b.      Bila artikel dalam jurnal
Cara penulisannya. Pengarang. (tahun). Judul. Nama jurnal [jenis media], volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet.[tanggal diakses]

Contoh:
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives [Online], Vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http://epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [7 Maret 2000]

c.       Bila artikel dalam majalah
Cara penulisannya. Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume, jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Goodstein, C. (1991, September). Healers from the deep. American Health [CD-ROM], 60-64. Tersedia:1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/Article 08A [13 Juni 1995]

d.      Bila artikel dalam surat kabar
Cara penulisan. Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar [Jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat diinternet [tanggal diakses]
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April), Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. Tersedia:http://www.Pikiran-rakyat.com.[19 Maret 2000]
e.       Bil pesan dari E-mail
Cara penulisannya. Pengirim (alamat e-mail). (Tahun, tanggal, bulan). Judul Pesan.E-mail kepada penerima [alamat e-mail penerima]
Contoh:
Musthafa, Bachrudin (Musthafa@indo.net.id}. (2000, 26 April). Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id).




Empowering & Leadership

  “Bila ada bursa jual beli organ tubuh manusia, yang paling mahal adalah otak, jarang dipakai sih. Sementara, yang paling murah adala...