Kamis, 17 September 2026

MARI BERSYUKUR GAES!

 Bersyukur itu tidak selalu berarti menerima apa adanya.Kadang yang ada memang sudah cukup untuk disyukuri.Tapi kalau bisa ditambahkan sesuatu agar rasa syukurnya bertambah, kenapa tidak?

Hari ini seperti biasa, MBG datang ke sekolah. Ada menu yang langsung cocok dengan lidah. Ada juga yang ketika masuk mulut, lidah seperti sedang mengadakan rapat koordinasi: "Ini benar-benar harus saya telan?" Tapi tetap dimakan. Namanya juga rezeki.

Tidak semua rezeki datang dalam bentuk makanan favorit. Ada yang datang bersama selera. Ada yang datang sambil menguji selera. Yang penting tidak disia-siakan. Kalau rasanya kurang cocok, tinggal ditambahkan sedikit bumbu. Kalau perlu diolah lagi. Bukan mengubah rezekinya, hanya membantu lidah supaya lebih akrab dengannya. Toh, cabai, kecap, sambal, garam, dan bumbu-bumbu itu juga bagian dari nikmat yang sudah tersedia. Jadi, bagi saya, bersyukur bukan sekadar: "Ya sudah, terima saja apa adanya." Tetapi juga: "Apa yang bisa saya tambahkan agar yang sudah ada ini menjadi lebih nikmat?"

Begitu juga mungkin dengan hidup. Tidak semua yang datang sesuai selera. Tidak semua keadaan seperti yang kita pesan. Tapi jangan buru-buru membuangnya. Barangkali bukan rezekinya yang kurang enak. Barangkali kita hanya belum menemukan bumbunya. Dan yang paling penting... dimakan sampai habis.

Sebab mubazir itu bukan cara terbaik untuk menunjukkan rasa syukur. Lagipula, kalau semua yang tidak sesuai selera harus dibuang, nanti yang tersisa cuma selera. Rezekinya ke mana?
Sudah masuk perut orang lain.

sumber gambar : https://www.suara.com/news/2025/02/06/124056/menu-mbg-tak-penuhi-standar-gizi-anak-jumlah-kalori-dan-protein-ternyata-jomplang-apa-efeknya

MARI BERSYUKUR GAES!

 Bersyukur itu tidak selalu berarti menerima apa adanya.Kadang yang ada memang sudah cukup untuk disyukuri.Tapi kalau bisa ditambahkan sesua...