"Udah lama aku mengenalmu sebagai makhluk termanis yang pernah ku jumpai". Kamu bagaikan lolypop. Meskipun kamu protes disamakan dengan permen. Setidaknya kamu memang manis dan penurut. Gak kebayangkan kalo permennya suka berontak? mau dimakan malah loncat-loncat.
"Seandainya ada dua pilihan, kamu pilih jadi eskrim atau permen karet?". Tapi ternyata kamu tidak pilih keduanya meskipun sifat mereka ada padamu namun sifatmu tidak dimiliki mereka. Ya, menurutmu mereka sama manisnya denganmu. Lagipula kamu tak kalah manis dari keduanya.
"Sekarang, apa perbandinganmu antara eskrim dengan permen karet?" Eskrim lebih manis dari permen karet katamu. Namun cepat lumer, jauh sekali dengan sifatmu. Sedangkan permen karet manisnya gak lama. Kalau kamu, manisnya awet.
"Alasan yang sungguh mengagumkan, emangnya kamu belajar dari mana sih?". Katamu, alam yang menjadi gurumu, lalu kamu mengaitkannya soal agama. Mungkin pandanganmu saja yang terlalu sempit menganggap Islam lebih senang mencari ilmu kesaktian, bahkan beberapa pesantren yang kamu sebut beralih fungsi menjadi perguruan kesaktian, menggandakan uang, bahkan seperti praktek kolonialisme yang harus patuh tanpa tahu alasan yang jelas.
"Ih, omonganmu udah nyinggung sara tuh" Nggak papa katamu, karena dalam agamaku berlaku bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Jadi kamu tidak bermaksud mencampuri agamaku, hanya heran saja. Aku juga heran kenapa kamu juga paham tentang al Quran.
"Dalam surat Ali Imran ayat 19 disebutkan bahwa, Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam. Bagaimana menurutmu?" katamu kamu sebenernya pengen belajar islam lebih dalam.
"Aku sebenernya pengen juga sih belajar islam lebih dalam". Begitu katamu, tapi mengingat orang tua kalian yang non muslim, kamu jadi ragu
"Hayo, lagi ngapain?" ssstttt, kayaknya pembicaraan kita terdengar papanya Shelly. udahan ya.
Ini karyaku yang aku temukan di Little Dream tahun 2003. Sebelum mengenal blog, saya mencatatnya di buku tulis. Ceritanya sih 100% fiksi, yang nyata cuma manisnya. Awet sampai sekarang. Gambarnya juga ilustrasi sendiri, cuman minta bantuan Chat GPT untuk merapikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar