Kamis, 30 Juli 2015

“AKHIR WAKTU DI KELAS TIGA SATU”

Menjelang purnama ke-35
Aku bersama teman-teman
Tepat di gerbang ke lulusan

Ada rasa bangga
Perasaan merdeka

Sisilain hatiku berkata:
“apa arti kemerdekaan bila diluar sana justru lebih berbahaya,
Lagi pula haruskah ku tinggalkan kelas ini tanpa jejak yang berarti?”

Jejak yang berarti bukan dengan pesta warna-warni
tiadakkah kau pikir bagaimana itu bisa terbeli
Lantas, Kau pikir itu sebagai kenangan
Kadang Euphoria kebebasan lebih kejam dari penjajahan

Suatu saat kau akan merasa
Ketika menjadi orang tua
Maukah kamu mengulanginya lagi
Bersama anak-anakmu nanti

MA Dos-Q, 9 Juni 2002
(sumber gambar: tribunnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PAK CIK

“Semua gambar diawali dari sebuah titik” Pak Cik aku memanggilnya, bukan sebutan paman dalam Bahasa Melayu. Beliau adalah Pak Mucikno, Gur...